Wednesday, 26 June 2013

Etika dan Profesi Guru

Etika dan Profesi
Cirendeu,09th  0f October 2012
Profesi adalah keahlian yang dimiliki oleh sekelompok orang tertentu yang dihasilkan melalui pendidikan di univesitas.
A.Deskripsi
Mata kuliah ini membicarakan berbagai teori dan konsep yang berkenaan dengan tugas dan kewajiban guru dalam bidang pembelajaran dan belajar  yang dituntun dan diawasi oleh kode etika guru dan profesi yang ditekuninya dalam upaya mencerdaskan kehidupan akademik siswa dan pembentukan karakter nasional dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
B.Tujuan dan Kompetensi
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa yang kelak akan menjadi guru professional,mampu :
1.Mengerti dan memahami peranan kode etik dan profesi dalam pelaksaan tugas.
2.Melaksanakan tugas dan kewajiban (job and duty) yang didasarkan kepada UUD guru dan dosen.
3.Meluaskan wawasan profesi guru (Teacher`s Horizone) melalui banyak membaca dan belajar kepada guru yang telah mengabdi (senior).
4.Melanjutkan pendidikan guru ke jenjang yang lebih tinggi (S2 dan S3) untuk memperoleh pengalaman dan pendidikan.
C.Pokok  Bahasan
1.Konsep dan teori serta kegunaannya dalam kehidupan.
2.Hak dan Kewajiban guru.
3.Macam-macam kompetensi guru.
4.Konsep guru menurut Ki Hajar Dewantara.
5.Kode etik dan fungsinya dalam tugas yang diemban.
6.Kode etik guru berdasarkan ketetapan pemerintah.
7.Kode etik guru yang dibuat oleh PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia).
8.Kode etik guru yang dibuat oleh guru sendiri.
9.Pengertian profesi.
10.Macam-macam Profesi
11.Kenapakah guru harus menguasai profesinya?
12.Guru salah satu sosok yang andal dalam pendidikan.
13.Akibat terhadap melanggar kode etik terhadap masyarakat.
14.Pengembangan profesi melalui pengalaman dan pendidikan.
15.UTS dan UAS.
16.Penyerahan tugas pribadi,yaitu penyerahan catatan kuliah untuk nilai formatif (Nilai Akhir Kuliah).
C. 1.Konsep dan Teori
Konsep adalah kerangka pikiran (The frame of thinking) tentang sesuatu yang ada dalam pikiran dan dapat dinyatakan ( dituangkan ) secara jelas dan teratur,sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain (baik lisan maupun tulisan).
Contoh :
*Konsep Proklamasi
*Konsep Pancasila
*Konsep UUD  1945
*Konsep hidup dalam diri seseorang,dst…

Cirendeu,16th of October 2012
C.2.Hak dan Kewajiban
A.Pengertian Hak (Right)
Hak (Right) adalah segala sesuatu yang menjadi milik kita.
Dalam undang-undang guru dan dosen No. 14 Th. 2009,Hak dan Keajiban guru diatur agar tidak terjadi kesalah fahaman antar guru sebagai pendidik,dalam mencerdaskan anak didik,dan kewajiban Negara dalam memenuhi kebutuhan guru termasuk gaji,kesehatan,keamanan dan perlindungan dari berbagai musibah melalui hukum dan peraturan.
            HAK GURU
adalah :
1.Menerima gaji sesuai dengan pendidikan yang dimilikinya,berdasarkan gaji dan tunjangan guru.
2.Kenaikan pangkat yang diatur dalam Undang-Undang.
3.Lama masa dinas dalam melaksanakan tugas,dengan masa pension pada usia 60 tahun.
4.Mendapat tunjangan hari tua dalam bentuk pension dan pengembalian uang simpanan gaji melalui potongan setiap bulan yang disimpan oleh pemerintah.
5.Mendapat kenaikan gaji yang diatur dalam Undang-Undang.
6.Mendapat asuransi kesehatan,yaitu setiap pegawai masuk asuransi kesehatan (AsKes) melalui puskesmas dan rumah sakit pemerintah.
7.Setiap guru mendapat tunjangan keluarga yaitu anak ( 2 orang ),istri atau suami bukan pegawai pemerintah.Tunjangan anak sampai usia dewasa atau tamat pendidikan sampai pendidikan tinggi.
8.Mendapat tunjangan daerah/bertugas di daerah pusat seperti Jakarta,setiap bulan.Tunjangan daerah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah ( PEMDA ) setempat termasuk uang transport,pakaian dan tunjangan sertifikasi guru.

B.KEWAJIBAN ( Duty a Job )
Kewajiban adalah berbagai tugas yang dipikulkan kepada guru untuk dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku,yaitu Peraturan Pemerintah Pusat dan atau Peraturan Pemerintah Daerah.
1.Guru Sekolah Dasar berkewajiban menjadi guru/mengajar selama hari kerja,yaitu hari Senin – Jum`at.
2.Menerima tanggung jawab menjadi guru kelas,guru bidang studi dan menjadi guru Bimbingan dan Konseling ( BK ).
3.Bagi guru Sekolah Dasar,kewajiban mengajar sebanyak 28 jam/minggu.
4.Bagi guru Agama mendapat jam mengajar 28 jam,maka yang bersangkutan kadang kala mengajar lebih dari 1 SD,karena jumlah kurang,sebab setiap kelas menjadi guru Agama 2 jam seminggu.
5.Bagi guru Sekolah Lanjutan mendapat jam tugas mengajar antara 22-24 jam/minggu.
6.Guru melaksanakan disiplin guru sebagai diatur oleh kepala sekolah/pemilik sekolah.
7.Bagi guru yang menderita sakit harus melampiri surak keterangan dkter.
8.Guru dapat menggantikan/membantu kelas lain bila diberi tugas oleh Kepala Sekolah.
9.Guru setiap mengajar membuat persiapan mengajar tertulis yang ditanda tangani oleh Kepala Sekolah dan mendapat pembetulan atau koreksi.
10.Setiap guru mengisi absen hadir di ruang Kepala Sekolah.
11.Guru wajib mengabsen kehadiran siswa.
12.Guru wajib melaksanakan UTS dan UAS serta mengisi raport siswa yang menjadi tanggung jawabnya.




Cirendeu,23rd of October 2012
KONSEP GURU MENURUT BAPAK PENDIDIKAN NASIONAL

KI HAJAR DEWANTARA
Guru atau Pendidik
Guru atau pendidik anak,sosok manusia cerdas dan menguasai berbagai ilmu dan mampu membelajarkannya kepada orang lain,yaitu siswa.Tanpa guru,manusia sejagat tidak akan mampu menjadi Khalifah di bumi.Allah adalah Maha Pendidik dunia akhirat.Allah adalah yang mendidik dan mengajar Adam AS disurga.Allah mengajarkan isi bumi dan alam kepada Adam,karena setiap yang ada di alam mempunyai nama (asma ).Allah mengajarkan semua asma tersebut kepada Adam,sebagaimana di firmankan Allah dalam surat Al-Baqarah


“Allah membelajarkan semua asma tersebut kepada Adam”
Seperti contoh pada diri manusia terdapat berbagai asma (nama) pada tubuh manusia dari ujung kaki sampai ujung rambut,diluar tubuh dan di dalam tubuh.Tugas dan kewajiban guru disekolah  juga mengajarkan semua ilmu kepada siswa sejak mulai duduk di bangku sekolah sampai akhir tahun ajaran.Kemudian melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi dan terus belajar sampai akhir hayat.Sebagaimana sabda Rasulullah :


            “Tuntutlah Ilmu dari buaian sampai liang lahat”
Konsep pendidikan dikenal dunia dengan nama “Pendidikan Seumur Hidup” atau “Life Long Education”.
Menurut Ki Hajar Dewantara.”Kenapakah guru berhasil mencerdaskan siswanya?”.
Jawabannya adalah :
1.Guru adalah singkatan dari :
            a.Digugu : Guru diikuti,dipatuhi,didengarkan dan diperhatikan semua yang diajarkannya.
            b.Ditiru : guru adalah sumber inspirasi,suri tauladan atau uswatun hasanah yang ditampilkannya melalui penampilan diri,tingkah laku,tindak tanduk dan tutur bahasa yang halus.Penampilan dan gaya guru selalu menjadi perhatian siswa.Sebab itulah semua siswa patuh kepada guru.Semua tugas termasuk Pekerjaan Rumah (PR) dikerjakan dengan sepenuh hati oleh siswa.Bila guru menyuruh siswa kedepan (ke papan tulis ) maka yang bersangkutan mengerjakannya dan teman-teman yang dibangku yang tidak kedepan memperhatikan dan menyamakan dengan pikiran dan otaknya.Yaitu,apakah yang dikerjakan teman tersebut sama atau berbeda.
2.Tut Wuri Handayani
Setiap guru mengikuti dan mendampingi siswanya dan tidak lepas dari pengawasan dan tanggung jawab gurunya.Diperhatikan tingkah laku dan gerak geriknya dalam kelas.Dari mulai pelajaran awal,sampai berakhirnya jam pelajaran guru dituntut selalu berada disamping siswanya.Maksudnya adalah,apa yang tidak difahami dan tidak di mengerti oleh siswa guru berkewajiban untuk menjelaskan dan menjawab pertanyaan siswanya.Sebab itu,guru selalu mendorong siswanya dengan berbagai motivasi atau dorongan,antara lain : nasihat,peringatan dan petunjuk yang diperlukan,sehingga bila pelajaran berakhir,banyak ilmu dan keterampilan yang dimiliki atau diterima oleh siswa dari gurunya.
3.Ing Madyo Mangun Karso
            Bila seorang guru telah berada di tengah-tengah siswanya,guru dituntut mendorong siswa aktif dan giat belajar.Jangan sampai ada seorang siswa yang tidak mengerti yang dibelajarkannya.Pandangan guru harus tertuju ke seluruh kelas.Maka dewasa ini siswa tidak diizinkan membawa HP karena dapat mengganggu konsentrasi belajar,atau di matikan  (non-aktif) selama belajar.
Motivasi ini ada 2 macam yaitu :
            1.Motivasi Intrinsik ( Intrinsic Motivation )
Adalah dorongan yang ada dalam diri siswa,seperti semangata dan kemauan belajar,cita-cita hidup siswa,keinginan bila telah dewasa dan masa depannya.Bila apa yang dikatakan diatas tidak ada,maka kewajiban guru membangkitkannya melalui contoh,orang-orang yang berhasil dalam belajar,telah berhasil dalam karier dan rumah tangga.Karena mengikuti nasihat dan dorongan guru.Jangan dibiarkan siswa mengobrol dalam kelas atau mengantuk.Untuk itulah guru memperhatikan wajah siswanya.Wajah siswa merupakan penampilan siswa dalam belajar.
            2.Motivasi Ekstrinsik ( Extrinsic Motivation )
Adalah dorongan yang diciptakan dan diberikan guru kepada siswa.Misalnya guru memberikan dorongan secara okasional (kebetulan) pada diantara siswa yang nilai raportnya rendah.Berdasarkan kenyataan inilah guru member dorongan melalui semangat belajar yang tinggi,baik belajar sendirian dirumah maupun bersama dengan teman,melalui belajar kelompok (group discussion) kepada temannya yang cerdas dan terampil disarankan untuk menolong temannya dan membimbing dan dinamakan”Peer Teaching”.

Cirendeu,30th of October 2012
Kode Etik Guru ( Teacher’s Code of Ethics)
Code of ethics is a set of standards and principles to guide conduct,foemulated bt and individual for himself or by a group such as a society of a profession and for the guidance of its membership.
Artinya :
Kode etik adalah seperangkat dan prinsip dasar untuk membimbing tingkah laku yang dirumuskan oleh seseorang untuk dirinya sendiri atau sebuah kelompok organisasi (seperti masyarakat/masyarakat profesi) untuk menuntun tingkah laku para anggotanya.
1.      Kode ini sebenarnya adalah aturan moral, tindak tanduk dan penampilan seseorang yang berprofesi (ahli dalam bidang tertentu) seperti guru, dokter, polisi, jaksa yang di buat untuk menuntut tingkah lakunya dalam bekerja.Kode etik ini di buat oleh orang yang bersangkutan.
2.      Kode etik ini juga adalah aturan awal, aturan yang menuntut dan m,engawasi tindak tanduk seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan profesi (keahliannya) sehingga tidak menyimpang dari prinsip dasar dalam ajaran agama islam kode etik berarti akhlaqul krimah seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari baik dalam rumah tangga, dalam rumah ibadah, dalam pergaulan,dalam berhubungan dengan orang lain akhlak inilah yang menuntut tingkah lakunya yaitu sopan santun menurut ajaran agama islam termasuk buang hajat.
Sumber kode etik ada tiga macam
1.      Kode etik yang bersumber dan di buat oleh diri sendiri sesuai dengan niat dan profesi kita
2.      Kode etik yang di buat oleh pemerintah yaitu SK MEMPAN NO.26 THN.1989 jika kode etik yang dibuat oleh organisasi profesi seperti organisasi dokter (ID, PGMI, Persatuan Guru Republik Indonesia atau NEA (Nasional Education Asiassecation) DPR dan lain-lain
Setiap kode etrik mempunyai aturan dan sanksi hokum bagi yang melanggarnya dalam bentuk
1.      Teguran
2.      Peringatan dari atasan
3.      Hukuman berdasarkan keputusan organisasi seperti yang terjadi pada dokter yang praktek menggugurkan orang hamil (baik hasil dari perkawinan maupun hasil hubungan tidak kawin) sanksi ini macam-macam menurut aturan kode etik profesi yang bersangkutan seperti di DPR di awasi oleh komisi kode etik DPR terhadap para anggota DPR.

Cirendeu,06th of  November 2012

Kode Etik Guru
1.      Keputusan menpan no.1989
2.      NEA (National Education Association/perkumpulan Assasiasi guru pendidikan Nasional
Hubungan antara guru dengan murid dan keluarga (relation ship between teacher and student with studen’t parents)
3.      Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
4.      Di buat oleh guru dan dosen yang bersangkutan
Ayat pasal 1 Adil,mengabdi (tanpa pamrih).
Asal kata abdi = berbakti


Cirendeu, 27th of  November 2012

Profesi Guru (Teacher Profession)
Profesi guru adalah keahlian dan keterampilan guru dalam mendidik,membelajarkan siswa dalam upaya mencerdaskan kehidupan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.Profesi guru diperoleh melalui pendidikan khusus di perguruan tinggi.Profesi guru menjadikan guru sebagai pendidik bangsa mampu mempersiapkan generasi muda yaitu siswa menghadapi masa depan yang lebih baik ( The best future ).
Dewasa ini banyak jenis profesi atau keahlian dalam bidang pekerjaan yang di emban, tapi profesi tersebut sangat berbeda dengan profesi guru.Sebagai gambaran dan menghayati profesi guru dapat di lihat macam-macam profesi yaitu:
1.      Profesi dokter, yang di hadapi adalah pasien yang menderita berbagai penyakit.
2.      Profesi hakim, yang dihadapi adalah orang-orang yang terlibat dalam masalah hukum melalui pengadilan.
3.      Profesi jaksa, yang dihadapi adalah orang-orang yang terlibat dalam masalah hukum melalui penuntutan dan tuduhan terhadap sesuatu perkara.
4.      Profesi kepolisian, yang di hadapi masalah lalu lintas, kejahatan dan pelanggaran serta kejahatan seperti pencuri dan teroris.
5.      Profesi pilot, yang dihadapi adalah pesawat terbang, penumpang dan lapangan terbang.
6.      Profesi meteologi, geofisika dan klimatologi, yang dihadapi adalah cuaca, gempa bumi, banjir, trsunami, dan gunung berapi.
7.      Profesi guru, yang dihadapi adalah siswa yang sedang tumbuh ( jasmani ) dan perkembangan (rohani ) menjadi manusia yang bertanggung jawab.
Dari beberapa contoh profesi di atas, tampak perbedaan yang tajam antara profesi guru dan profesi bukan guru.
Profesi guru bertanggung jawab terhadap pembinaan generasi bangsa dan karakter atau budi pekerti dalam kehidupan sosial dan kehidupan bersama dalam   masyarakat indonesia yang serba pluralisme ( serba majemuk ) dalam budaya, bahasa daerah, agama, adat dan kehidupan sosial.
Atas dasar perbedaan prinsip di atas, maka profesi guru selalu mengupayakan siswanya selama tahun ajaran sampai tamat menjadi manusia terampil, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat, bangsa, agama, dan tanah air.Tanpa guru manusia di muka bumi ini tidak akan terbuka wawasan dirinya terhadap ilmu pengetahuan masyarakat dengan ijazah yang diperoleh sebagai pengakuan dunia luar.Tanpa ijazah seseorang tidak dapat melanjutkan sekolahnya sampai ke perguruan tinggi.
Melalui profesinya guru dapat memahami, menguasai sifat-sifat pertumbuhan dan perkembangan siswa yang di hadapinya melalui bidang studi keguruan seperti ilmu pendidikan, psikologi umum, psikologi anak, psikologi pendidikan didakti metodologi pembelajaran, metode evaluasi, praktek mengajar atau PPL ( Program Pengalaman Lapangan ), psikologi sosial, psikologi kepribadian, profesi keguruan dan etika profesi.
Maka kepada mahasiswa FIP yang di persiapkan menjadi guru untuk sekolah dasar anak usia dini (PAUD ), pendidikan matematika, baha inggris, bahasa indonesia, agar menekuni mata kuliah pada masing-masing prodi ( program study ) dengan sepenuh hati dan menghayatinya untuk di belajarkan kelak kepada siswa tempat yang bersangkutan menjadi guru.Maka kepada guru sangat ditekankan pandai bergaul, pandai bercerita, manyanyi, menggambar dan pandai menarik perhatian sosial terhadap bidang studi yang di empunya (yang menjadi tanggung jawabnya) dan mencintai profesinya,sebagai hamba Allah mencerdaskan kehidupan siswa.

Kompetensi Guru (Teacher’s Cmpetence )
Disamping guru menguasai dan mampu melaksanakan profesinya, kepada guru dituntut menguasai dan mengamalkan kompetensi guru.Kompetensi guru adalah kemampuan dan tanggung jawab guru dalam prses pelaksanaan pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
Di bawah ini di kemukakan macam-macam kompetensi guru, yaitu:
1.      Kompetensi Akademik (Akademic Competence) atau ilmiah
2.      Kompetensi Kepribadian (Personality Competence)
3.      Kompetensi Sosial (Social Competence)
4.      Kompetensi Agama (Religi Competence)
Cirendeu,04th of  December 2012
1.      Kompetensi Akademik
Kompetensi disebut juga dalam undang-undang guru dan dosen pasal 10 ayat 10 bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, di hayati dan di kuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.Kompetensi guru dan dosen ini membantu pelaksanaan tugas dan kewajiban mendidik dan pembelajaran yang harus di kuasai yaitu:
a.       Mampu menguasai materi pembelajaran yang akan diajarkan (Ability to Mattery of Subjek Matter ).
b.      Mampu mengolah program belajar dan pembelajaran ( Ability to Manage the Teaching Learning Program ).
c.       Mampu mengelola kelas ( Ability to manage the Classroom ).
d.      Mampu menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar (Ability to Manage the Media and Teching Learning Resources ).
e.       Mampu menggunakan landasan kependidikan ( Ability to Manage the Principles of Education ).
f.       Mampu menilai prestasi siswa ( Ability to Evaluate the Student Achievment).
g.      Mampu mengelola interaksi belajar dan pembelajaran ( Ability to Manage the Teaching Learning Interdetion ).
h.      Mampu mengenali dan menguasai program bimbingan dan penyuluhan
 ( Ability to Manage the Function of Guidance and Counseling).
i.        Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah  (Ability to Manage the School Administration ).
j.        Mampu menguasai dan melakukan prinsip penelitian dan pengolahan data
(Ability to Mattery and to Make the Basicall Method of  Research and Data Procession).


Cirendeu,11th of  Desember 2012

2.      Kompetensi kepribadian (personality competence)
Kepribadian atau personality berasal dari perkataan pribadi atau person  yang berarti kualitas keadaan diri seseorang yang mempunyai sifat-sifat khusus yang membedakannya yang bersangkutan dengan orang lain misalnya sifatnya ramah tamah, pandai bergaul, jujur, rajin beribadah, sehingga ia terkenal di lingkungan tempat dan lingkungan kerjaannya.
Seorang guru juga demikian ia berwibawa, di hormati oleh teman-teman dan siswanya, sehingga sosoknya sangat berpengaruh kepada hubungan antara ia dan siswanya.Dalam pendidikan kepribadian seorang guru sangat berpengaruh kepada pergaulan sosial, pergaulan ilmiah, sehingga siswanya dapat dibentuk kepribadian dan tingkah laku serta budi pekerti siswanya dan otomatis sekolah tempat ia mengajar di hargai oleh masyarakat sekitar.
Sebab itu kepribadian guru sangat berpengaruh kepada pembentukan karakter siswanya antara  tidak pernah tauran, hubungan antara guru dan siswa harmonis, proses belajar dan pembelajaran berlangsung lancar, kualitas belajar siswa bagus, banyak yang memperoleh nilai ujian yang amat baik (kajian) dan di kenal dengan istilah cumlaude yaitu indeks prestasinya ( IP diatas rata-rata ).
Sosok guru berkepribadian unggul harus di ciptakan oleh guru sendiri melalui sifat-sifat dari yang baik, ramah, dalam pergaulan ucapan-ucapannya cara berbusana yang rajin dan sopan,maka tidak berlebihan dan dalam proses pembelajaran di hormati dan di patuhi.Siswa atau guru digugu dan ditiru. Guru yang berkepribadian baik selalu memagari dirinya dengan kode etik guru, karena kode etik inilah yang mengawasin perilaku, tindak tunduk dan penampilannya dalam masyarakat dan di lembaga pendidikan tempat ia bertugas. Kode etik merupakan bagian dari tingkah laku guru dalam kesehariannya dengan demikian kompetensi kepribadiannya guru adalah ciri khas seseorang dalam arti baik dan suri tauladan bagi orang lain dan benteng diri terhadap tingkah laku yang tidak terpuji.

3.      Kompetensi Sosial ( social competence )
Kompetensi sosial adalah kompetensi atau kemampuan hidup bersama dalam masyarakat heterogen ( serba berbeda ) dan serba aneka adat, sosial, adat kebudayaan dan norma masyarakat. Guru yang berkompetensi sosial adalah guru yang mempunyai kemampuan hidup berdampingan dengan berbagai lapisan sosial tempat ia bertugas. Bangsa indonesia masyarakat  yang sangat prulalisme dalam agama, dialek (bahasa daerah), adat istiadat, cara berbusana,tatakrama dari sabang hingga merauke (papua). Seorang guru bersedia di tempatkan dimana saja di indonesia karena indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Dengan keanekaragaman bangsa ini menjadikan bangsa sangat ter kenal di luar negri. Pada zaman presiden soekarno, bangsa indonesia sangat terkenal ramah, menghormati tamu dan suka bergaul dengan orang asing. Sebab inilah pada zaman penjajahan belanda selama 360 tahun bangsa belanda banyak yang kawin dengan bangsa indonesia dan keturunannya di sebut belanda indo. Demikian pula obama presiden Amerika Serikat sekarang, ibunya pernah kawin dengan suku jawa dan obama mempunyai ayah tiri di indonesia dan sekolah SD  di menteng, Jakarta Pusat.
Kompetensi sosial ini salah satu kompetensi yang menopang kepribadian guru karena ia tidak membedakan anak didik atau siswanya. Ia menganggap siswa yang diajarnya adalah anak bangsa dan mempersiapkan masa depannya melalui pergaulan selama proses belajar dan pembelajaran.
Guru yang baik adalah guru yang diterima oleh lingkungan dimana tempat ia tinggal dan menjadi panutan oleh masyarakat sekitar, sebagai seorang bangsa indonesia guru harus mencintai sekolah tempat ia mengabdi karena jiwa sosialnya yang proaktif terhadap lingkungannya. Ia selalu pandai bergaul dengan berbagai suku dan hetero sexsual ( intelect / tertarik kepada suku dan jenis yang berbeda ).
4.      Kompetensi Agama ( Religious Competence )
Kompetensi ke empat adalah kompetensi agama yaitu kemampuan guru mewarnai materi pembelajaran yang disajikan dengan ajaran agama islam yang di yakininya. Artinya uraian-uraian materi pembelajaran di warnai dengan firman Allah dan hadits Rasulullah. Dengan demikian siswa yang menerima ilmu dari guru merasa bertambah keimanannya, karena guru dapat meyakinkannya. Misalnya guru  sedang mengajar ilmu hayat (biologi) tentang binatang invertabrata (binatang) tidak bertulang belakang seperti ikan dan nyamuk, maka kedua sifat binatang ini di ilustrasikan dengan ajaran isalam. Misalnya Allah menyediakan rezeki untuk hambanya di bumi. Ikan rezekinya di air dan di laut di sana terdapat macam-macam ikan dan masing-masing jenis ikan rezekinya tidak sama yaitu ada di celah batu karang, di lobang-lobang, di sungai, nyamuk rezekinyadi darat antara lain ada pada manusia dan binatang seperti kuda, sapi, kerbau yaitu melalui gigitan nyamuk walaupun binatang tidak bersekolah tapi ia hidup melalui instink atau kebiasaan.

Cirendeu,18th of  December 2012
Tugas dan Tanggung Jawab Guru di Sekolah
Tugas dan kewajiban guru berdasarkan ilmu keguruan atau pedagogik adalah
1.      Mendidik yaitu membimbing dan menuntun pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani siswa ke arah tanggung jawab diri sendiri, kepada kedua orang tua, kepada negara dan kepada agama. Siswa yang menjadi tanggung jawab guru selama belajar di sekolah melaksanakan amanah para orang tua siswa, sejak ia di serahkan dan di terima oleh sekolah sampai tamat.
Tugas dan kewajiban guru bukan hanya mengajar atau mencerdaskan saja, tapi membentuk  kepribadian siswa yaitu membentuk sikap tingkah laku (karakter) atau akhlak menjadi insan kamil (manusia sebagai hamba Allah). Tugas dan kewajiban tidak dapat dilakukan oleh para orang tua siswa karena kedua orang tua tidak mempunyai waktu yang cukup antara lain ayah mencari kehidupan (bekerja) keluar rumah sejak pagi sampai sore atau malam hari. Ibu mengasuh adik-adik atau anak-anak yang masih kecil, disamping mengelola rumah tangga selama 24 jam antara lain ke pasar, ke dapur, membersihkan rumah, mencuci dan sebagainya.
Oleh sebab itu pemerintah di seluruh dunia mendirikan sekolah sejak sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.
2.      Mencerdaskan kesadaran kepada siswa yaitu ia di serahkan ke sekolah karena tanggung jawab orang tua sangat besar.
3.      Mencerdaskan siswa melalui berbagai bidang studi, sehingga ilmu dan keterampilan ilmiah siswa dapat berkembang, sehingga ia mampu melanjutkan studi keperguruan tinggi.
Atas dasar tanggung jawab pemerintah melalui  “ Mendikbud”, maka pemerintah tidak menarik pembayaran uang sekolah.
4.      Tugas dan kewajiban guru keempat adalah menerima amanah (kepercayaan) dari orang tua, masyarakat dan amanah Allah sebagai orang yang berilmu untuk diajarkan kepada orang lain yaitu siswa. Perlu disadari bahwa sifat ilmu bila diberikan atau diajarkan kepada orang lain, maka yang mempunyai ilmu makin pintar, yaitu makin banyak yang tinggal dalam ingatan atau jiwa yang bersangkutan. Berbeda dengan sifat materi atau uang, makin di berikan kepada orang, makin sedikit yang tinggal. Sebab itu yang berilmu dan mengamalkannya akan selalu mendapat pahala dari Allah.yaitu
Kecerdasan yang diajarkan dan di kembangkan guru di sekolah adalah :
a.       Kecerdasan Intelektual ( IQ )
b.      Kecerdasan Emosional ( EQ )
c.       Kecerdasan Spiritual ( SQ )

a.       Kecerdasan Intelektual
Kecerdasan Intelektual ( Intelligent Quotient ) adalah kemampuan mengatasi dan menghadapi berbagai kesukaran dan di selesaikan dengan ilmu dan kecerdasan otak.




Cirendeu, 08th of  Januari 2013
Tugas dan Kewajiban Guru dalam Pendidikan
            Tugas dan kewajiban guru adalah kemampuan andil guru terhadap keterampilan dan profesinya. Sebagai pendidik diberi tugas dan kewajiban oleh pemerintah untuk melaksanakannya.
Dan kewajiban guru sebagai berikut ;
1.      Guru sebagai Kolektor.
2.      Guru sebagai Inspirator.
3.      Guru sebagai Informator.
4.      Guru sebagai Organisator.
5.      Guru sebagai Motivator.
6.      Guru sebagai Inisiator.
7.      Guru sebagai Fasilitator.
8.      Guru sebagai Guide and Connselor.
9.      Guru sebagai Demonstrator.
10.  Guru sebagai Pengelola/Manager Kelas.
11.  Guru sebagai Supervisors.






                                                         Dosen : Prof.Dr Aminuddin Rasyad

                                                                biQolami : Fikroh Hoshikuzu

No comments:

Post a Comment